Berita

Published on February 7th, 2018 | by humas

0

PERINGATAN HAUL KE-49 KENANG SOSOK ALMAGHFURLAH ALIM ALAMAH SYAIKH MUHAMMAD SYA’RANI ARIF

Ribuan Umat Islam mengenakan busana yang didominasi warna putih menghadiri Haul ke-49 Almaghfurlah Alim Alamah Syaikh Muhammad Sya’rani Arif di kubah Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Rabu, (7/2).
Para jemaah terlihat duduk memenuhi kubah KH Anang Sya’rani Arief serta memadati halaman kubah termasuk memanjang di sepanjang Jalan Melayu.
Mereka tampak duduk khusuk mengikuti rangkaian haul yang diawali dengan pembacaan Surah Yasin, Tahlil serta Maulidul Rasul.
Acara haul diisi pembacaan manaqib yang dibacakan cucu KH Anang Sya’rani Arief bernama Izdqon.
Terlihat Bupati Banjar KH Khalilurrahman, Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur, serta para ulama dan habaib.
Idzqon dalam manaqibnya menyampaikan Syaikh Muhammad Sya’rani Arif yang sering disebut akrab dengan panggilan “Tuan Guru Anang Sya’rani”.
“Beliau semasa muda bersama KH Syarwani Abdan berangkaat belajar ke Mekkah. Di sana, beliau mutiara dari Banjar. Beliau dikenal ahli hadits sehingga diberi gelar Muhadist. Ia merupakan pemimpin urutan ke lima di PP Darussalam pada tahun 1959-1969. Tuan Guru Anang Sya’rani lahir pada 1328 H di Kampung Melayu Ilir, Martapura.”

“Beliau adalah anak pasangan Haji Muhammad Arif bin Haji Muhammad Syamani dan Hajah Fathul Jannah binti Syaikh Abdullah Khathib yang masih keturunan Syaikh Arsyad al-Banjari. Muhammad Sya’rani mendapat panggilan kesayangan, Anang, sehingga urang Banjar masih menyapanya Guru Anang Sya’rani hingga kini,” katanya.
Guru Anang Sya’rani karakternya pendiam dan cenderung serius dan tekun menimba ilmu dari banyak guru diantaranya KH Kasyful Anwar. Di bawah pengawasan sang paman inilah, Syeikh Sya’rani Arif bersama KH Syarwani Abdan (Guru Bangil) menimba ilmu agama ke Makkah.
DI Mekkah KH Anang Sya’rani banyak belajar dengan ulama-ulama besar. Dalam didikan ulama-ulama besar di zamannya inilah, Guru Sya’rani Arif menyandang gelar Muhaddist. Yaitu seseorang yang ahli dan hafal dalam matan hadist beribu-ribu, lengkap dengan sanadnya, Tuan Guru Sya’rani Arif juga mendapat ‘sorban’ khalifah dari Syeikh Umar Hamdan.
Bupati Banjar KH Khalilurahman juga mengenal sosok KH Anang Sya’rani Arief. Beliau adalah pribadi yang sederhana dan begitu ramah tamah dengan siapapun tidak memandang apakah kaya ataukah miskin.
Beliau itu, juga tidak segan untuk turun ke pasar belanja keperluan sehari-hari di dapur. “Demikianlah keseharian beliau. Pribadinya sederhana dan ramah,” ujar Bupati mengenang mendiang mertuanya itu.
Menurutnya, di masa muda bersama sepupunya, Syekh Muhammad Syarwani Abdan Bangil, di tanah suci duanya mendapat gelar Dua Mutiara dari Banjar. 22 tahun menimba ilmu di Makkah dan sempat menjadi pengajar di Masjidil Haram, sekitar tahun 1952, KH Sya’rani Arif kembali ke Martapura.
Di kampung halaman, Guru Sya’rani Arif diserahi tongkat estafet kepemimpinan dari KH Kasyful Anwar sebagai pimpinan Pondok Pesantren Darussalam. Al-Muhaddist KH Anang Sya’rani arif pun membuka majelis pengajian khusus guru-guru di kediaman, di Kapung Melayu.
Di antara murid-murid beliau adalah KH Mahfuzh Amin (Abah Pengasuh Ponpes Ibnu Amin Pemangkih), Abah Guru Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Sekumpul Al-Banjari, KH Salim Ma’ruf, KH Mukhtar HS (pengasuh Ponpes Ibnul Amin saat ini), dan banyak ulama lainnya.”Saya termasuk juga murid beliau,” imbuhnya.


About the Author



Back to Top ↑
  • AGENDA KEGIATAN

    Tidak Ada Agenda

  • Jadwal Kegiatan Versi Android

  • February 2018
    M T W T F S S
    « Jan    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728  
  • Categories

  • PENGUNJUNG WEBSITE

  • PENGADUAN MASYARAKAT

  • PENGUNJUNG

    Hari ini: 75